Aku adalah seorang rapunzel.
Oh ya, tentu..rambutku sangat panjang menyentuh tanah.
Kadang aku mengikatnya atau memberi beberapa
jepitan supaya terlihat lebih manis.
Rambutku..aku menyisirnya siang dan malam, rambutku..ia
adalah teman setiaku dalam menara.
Menara tempatku tinggal merupakan sebuah bangunan
tinggi yang angkuh, picik, dan usang, dan kau tidak perlu heran dengan
kelelawar dan laba-laba yang membuat sarangnya disana-sini.
Aku adalah seorang rapunzel.
Apakah kau mengenalku?
sebagian orang mengenalku sebagai seorang putri
yang menaruhkan hidupnya di menara usang.
Sebagian lagi, beranggapan bahwa aku adalah
seorang putri kesepian yang menunggu sebuah ketidakpastian..
Andai kau tahu, aku benci menjadi seorang rapunzel.
Aku benci dikurung dalam menara..
Aku benci dijaga oleh seekor naga..
Bahkan aku muak menunggu seorang pangeran..
Aku ini seorang rapunzel yang seorang diri dalam
menara, berharap seseorang di bawah sana mau berjalan meniti rambutku yang terjulur
sampai menyeret tanah.
Aku ini seorang rapunzel yang meniti nada-nada
malam dengan keheningan tak berujung.
Aku ini seorang rapunzel yang hilang di tengah
kepekatan malam dan berbaur dengan cahaya siang.
Kenapa seorang rapunzel harus selalu menanti?
Bahkan aku, ingin meloncat dari menara sekarang
juga.
Aku akan meniti rambutku sendiri untuk sampai di
bawah sana, tidak perlu ada pangeran berkuda, tidak perlu ada baju zirah dan
tameng baja untuk melawan seekor naga.
Jauh dalam hatiku, aku tidak ingin menjadi
seorang rapunzel
Tapi, takdir menempatkan aku sebagai seorang
rapunzel.
Dari menara aku hanya dapat melihat benda-benda
dari ketinggian yang sejajar dengan pohon besar.
Dari menara..aku hanya dapat melihat bintang yang
tersenyum pilu kepadaku..
Andai ia dapat berbicara mungkin kami akan
bercakap-cakap untuk membunuh malam yang terasa membosankan.
Hari ini, aku memutuskan takdir itu.
Hari ini aku meniti tambutku sendiri untuk sampai
di bawah. Aku tak perlu menunggu pangeran. Aku tak perlu dijemput oleh kuda
perkasa. Hari ini aku akan membuktikan bahwa seorang rapunzel akan mampu pergi
sejauh-jauhnya dari menara. Seorang diri, menembus batas waktu yang sulit
kujelaskan. Yang terpenting..aku dapat menjejakkan kembali kakiku di tanah yang
berbau wangi, aroma hutan pinus, serta menghirup kembali dedaunan di pagi hari
yang berbau embun..aku rindu..rindu sekali mencium aroma kebebasan.
Hari ini aku akan membuktikan..
Bahwa aku adalah seorang rapunzel bebas yang
dapat mengepakkan sayap ke udara.
I really make it, and now, my dreams comes true.
Recent Comments