Jika Hari Ini adalah Hari Tidak Melakukan Apa-apa Sedunia

Share :


Mind Blowing saya di hari ini: bagaimana kalau hari ini merupakan hari tidak melakukan apa-apa sedunia? Maka tentu saja hal yang saya lakukan hari ini adalah hanya berada di rumah, berdiam diri, dan tidak melakukan aktivitas apapun. Bermalas-malasan sepanjang hari seperti seekor kucing.



Timbul pertanyaan saya, apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan di hari tidak melakukan apa-apa sedunia?

Sepertinya jika hari sakral itu benar-benar akan ditasbihkan, maka saya akan membuat sebuah peraturan ketat di hari tidak melakukan apa-apa sedunia. Hal utama adalah kita tidak melakukan sesuatu yang menguras otak dengan kata lain melakukan sesuatu yang tidak butuh berpikir, selain itu juga tidak boleh melakukan sesuatu yang melibatkan fisik (takut letih, karena sedang merecharge diri dengan tidak melakukan apa-apa)

Hari tidak melakukan apa-apa sedunia semacam hari libur nasional tidak? Tadinya saya pikir begitu. Hari libur nasional hanya berpengaruh pada yang berkerja di kantor, kedinasan, juga anak-anak sekolah. Tapi ada banyak pekerjaan lain yang tidak boleh berlibur walaupun tanggal di kalender sudah sewarna merah yang terang benderang. Contohnya saja: pegawai rumah sakit, penjaga palang pintu kereta, penghuni mercusuar, dll. Terbayang tidak kalau semua orang libur, dan tidak melakukan apapun?


Tapi kalau benar-benar libur…ya seharusnya tidak ada lagi orang-orang di jalan raya, berarti kita akan menemukan jalan raya sesepi planet mars yang (katanya) tidak ada kehidupan disana, juga tidak akan ada kendaraan-kendaraan yang melintas baik di darat, laut, ataupun udara, ya bagaimana mau melintas penumpangnya kan tidak ada. Sudah sangat bisa dipastikan bandara, stasiun, terminal, bahkan aktivitas kantor-kantor tutup, rumah sakit tutup (para pasien terlantar, karena perawat , dokter, dan semua staff sibuk mengurusi dirinya untuk tidak melakukan apa-apa). Bahkan untuk tidak melakukan apa-apa juga perlu kesibukan ya?

Wah mengerikan..yasudah deh saya batalkan saja menjadi pelopor untuk membuat “hari untuk tidak melakukan apa-apa sedunia.” Tiba-tiba saya teringat akan cucian yang sedang tertumpuk. Bhay!


posted under | 0 Comments

Selamat pagi, malam...

Share :



Hai malam, selamat malam..
Bagaimana tidurmu semalam?apakah nyenyak?
Masih adakah aku diantara bunga tidurmu?mungkin aku sudah terbuang jauh ke dalam dunia tak bertuan, dimensi lain dari mimpimu.
Ingin kuberitau rahasia? terkadang aku melihat wajahmu ketika ku terpejam, tapi anehnya aku tak bisa mengingat wajahmu, walau aku tahu itu kamu. Keberadaanmu acak, seolah duniaku tidak memiliki gaya gravitasi. Melayang-layang bersama benda langit lainnya.

Hai malam, hari sudah berganti lagi sebelum sempat ia mengucapkan kalimat perpisahan, seperti kamu dan surat-suratmu yang tidak pernah datang kembali. Aku fikir, mungkin surat-suratmu terjatuh di suatu tempat atau tidak sengaja mampir ke kotak pos tetanggaku.
Atau mungkin…kamu yang entah berada dimana sempat terbentur benda tumpul sehingga mengakibatkan kerusakan pada otak-ya kau tahu mungkin kamu kehilangan sepenuhnya ingatanmu tentangku.
Aku akan memikirkan ulang, untuk mempertimbangkan memberimu maaf, apabila alasannya seperti itu.

Hai malam, aku masih dan selalu bertanya tentang kamu.
Aku selalu membisikkan kata rindu melalui serat-serat udara, aku bisikkan kata..cepat sembuh ya, semoga kamu bisa segera mengingat, semoga suratmu tidak salah kotak pos lagi…

Dan pada akhirnya…
Hai malam, izinkan aku  embun pagi menyapamu diantara fajar dan kabut yang tidak pernah lelah menghampiri.

Selamat pagi, malam…

posted under | 0 Comments

Rindu

Share :



Tiba-tiba saya ingin menulis lagi.
berbicara dengan benda tak bernyawa, menumpahkan seluruh perasaan saya, tanpa perlu ada yang mendengarkan, tanpa perlu adanya respon.
karena ada kalanya kita, hanya sebatas ingin didengarkan saja, tidak perlu jawaban apalagi pertanyaan.
Saya hanya ingin meninggalkan jejak yang tidak mudah terhapus, seperti jejak kaki di pasir pantai.
Saya ingin mengumandangkan untaian kata lewat angin yang berhembus, membisikkannya pada air yang bergemericik, lalu menina-bobokan perasaan yang sudah terlanjur jatuh ke dasar laut dan menjadikannya endapan di palung laut, biar tidak perlu ada yang mendengar dan menyaksikan, biar saja bergema dalam bahasa yang tidak terjangkau mata, karena memang tidak perlu lagi dibangunkan dari tidur panjangnya.

Rindu.
hanya kata itu yang bisa mewakili perasaan saya saat ini.
saya rindu masa kecil, rindu bermain hujan, bermain kejar-kejaran, bermain lompat tali, berlarian di genangan air, rindu tertawa, rindu melakukan banyak hal tanpa memikirkan apa akibatnya, rindu melakukan hal-hal kecil, semua begitu berharga, tidak ada sesuatu yang tidak membuat saya merasa senang di kala itu.
entah mengapa, usia seperti merenggut semua itu
merenggut senyum, tawa, bahkan sorot mata teduh itu sulit sekali untuk saya jumpai.
entahlah...hal-hal kecil bak raksasa dan raksasa sering kali tak terlihat dari teropong mata.
ia bahkan menjadi buta karena teramat temaram, tuli karena teramat bising. dunia dalam mata tidak lagi menggambarkan keindahan masa kecil yang dihiasi padang rumput nan luas tempat saya dan teman-teman kecil saya berkejaran, bahkan ketika tidur pun, saya tetap membangun taman bermain impian saya.
negeri tidak terbatas dalam kepala saya.

Rindu.
rindu dengan tangisan yang disebabkan oleh luka di lutut atau dimarahi mama karena bermain terlampau sore.
air mata yang keluar, air mata murni anak kecil yang polos karena merasa bersalah dan membuat setiap orang yang melihatnya ingin memeluknya. Air mata yang tidak dinodai oleh perasaan yang tidak perlu.
Saya rindu, dengan pecahan tangis yang melegakan, bukan isakan kecil terasa sesak di dada.

Saya rindu...





posted under | 0 Comments
Older Posts
Powered by Blogger.

    Get this widget!

Recent Comments