Dunia kami, para wanita...
Kemarin aku baru saja mengobrol dengan salah seorang teman, temanya sederhana, namun sangat kompleks. Tentang emansipasi wanita. sehingga terbit keinginanku untuk menyuarakan bagaimana pandanganku terhadap hal ini.
sekarang topik itu selalu muncul, namun hanya sebatas permukaan, terlebih kemarin pada saat tanggal 21 april, topik ini mengudara dimana-mana baik di media cetak,media elektronik, atau perbincangan selewatan oleh orang-orang yang kita temui.
Emansipasi?apa itu emansipasi? para laki-laki angkat bicara, mengapa wanita perlu emansipasi di jaman sekarang ini? hak kalian yang mana yang masih tidak terpenuhi? hak kebebasan berpendapat?tidakkah kalian para wanita dapat mengeluarkan pendapatnya dimanapun, melewati buku atau mengungkapkan langsung secara lisan, karena di zaman sekarang ini banyak wanita yang menjadi penulis, menjadi anggota legislatif dan bahkan menjadi presiden? melalui itu, kalian dapat mengungkapkan seluas-luasnya, sedalam-dalamnya pendapat kalian. Tidakkah kalian ingat bahwa kita bahkan memiliki presiden indonesia wanita?bahkan, untuk negara demokrasi sekelas amerika saja, untuk memiliki presiden wanita terasa mustahil disana, menurut kami kalian terlalu bebas berpendapat, kalian sudah rancu, sudah keluar dari kodratnya. kalian menginginkan sama dengan pria, bagaimana mungkin itu terjadi? kami para pria tetap menjadi pemimpin, apalagi dalam sebuah keluarga, jangan lupakan kodrat kalian sebagai wanita yang menjadi ibu bagi anak-anak kalian, kalian harus bisa mengurus rumah tangga, mengasuh anak-anak kalian dengan sebaik-baiknya.
Untuk apa kalian meributkan kesetaraan?untuk apa kalian menuntut hak kalian? kerjakanlah dulu kewajiban kalian! ya mungkin dulu memang banyak hak-hak kalian yang terenggut, tapi sekarang kalian bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya yang kalian inginkan, kalian dapat bekerja menjadi apa saja, bahkan pekerjaan yang awalnya hanya dikerjakan oleh pria pun, kini kalian dapat ikut andil di dalamnya, kalian juga memperoleh fasilitas-fasilitas khusus, seperti parkir khusus wanita, gerbong khusus wanita, bahkan kami para pria tidak memiliki fasilitas seperti itu. Lihatlah kalian sekarang, mendapatkan banyak kemudahan dalam hidup kalian, jadi apalagi yang kalian inginkan? mengapa kalian selalu meneriakkan jargon-jargon emansipasi wanita, belum cukupkah semua itu?
begitulah celotehan para laki-laki yang kubaca dan kudengar, baik di media sosial ataupun dalam kehidupanku langsung. apa yang mereka katakan memang benar, tapi mereka sama sekali belum menyentuh apa maksud dari emansipasi wanita yang kami maksudkan.
sebelum itu mari kita koreksi sedikit, setara disini bukan berarti kami akan mengabaikan tugas-tugas kami sebagai istri dan ibu, tidak, tentu tidak, bukan itu tujuan kami. kami akan tetap dan selalu bertanggung jawab dengan rumah tangga dan anak-anak kami, walaupun kami terlibat dengan urusan besar di luar sana.
kami tidak memerlukan parkir gratis di mall-mall seperti yang diberlakukan sekarang, kami juga sesungguhnya tidak perlu selalu didahulukan untuk mendapatkan duduk di bis, kereta, atau di kendaraan umum lainnya. kalian hanya memperbesar topik-topik kecil itu, sehingga menutup topik besar yang sama sekali masih fragile.
Aku disini berbicara sebagai wanita, aku berbicara berdasarkan penglihatanku, pendengaranku, perasaanku apa yang terjadi dalam duniaku, dunia kami, dunia para wanita.
sebenarnya sebesar apapun kami kelihatan kuat, tegar, mengebu-gebu dalam mengeluarkan pendapat...tapi terkadang pendapat itu hanya menguap di udara, karena sosok kami tetap dianggap sebagai yang nomor dua.
tidakkah kalian membaca di koran, internet, menyaksikan di televisi, mendengar di radio tentang kasus-kasus mengerikan yang menjadikan wanita sebagai korbannya? mereka yang menjadi korban pemerkosaan, body trafficking, pelecehan seksual, korban penganiayaan, pernahkah kalian mendengar atau melihat hal tersebut?kupikir jawabannya pastilah sering. Kulihat media selalu menayangkannya, bahkan hampir setiap hari, dan mungkin kamu tidak mengetahui ada berapa banyak kasus yang tidak diekspos media. banyak, sangat banyak. kemana kalian yang mencibir kami tentang emansipasi wanita saat melihat kasus-kasus ini?jangan hanya melihat kemudian berlalu, jangan mendengar kemudian berpaling, sebenarnya ini yang ingin kami suarakan...tolong jangan lihat kami sebagai yang nomor dua dan layak untuk ditindas.
Pada akhirnya kami tetap belum bebas, kami belum bebas berjalan di malam hari, kami belum bebas untuk hidup aman, kami sering ketakutan akan kemungkinan kejahatan di luar sana, karena diri kami yang seorang wanita sangat rentan mendapatkan kejahatan-kejahatan itu. sudahkah kami bebas?kami rasa kami belum bebas, kami belum bebas dari kejahatan-kejahatan yang menjadikan kami sebagai objeknya.
jangan mengalihkan topik ke arah yang remeh-temeh,buka mata kalian dengan hal ini, dengan begitu kalian akan mengerti apa maksud kami dari emansipasi itu.
ini pandanganku mengenai emansipasi wanita yang digadang-gadang itu, pada akhirnya tetap saja menjadi makhluk nomor dua dan sangat minim akan perlindungan. aku berharap akan banyak wanita di luar sana yang terus berjuang, dan para laki-laki yang mengerti apa yang sebenarnya kami harapkan.


Recent Comments