Isyarat

Share :




Kata-kataku.
seperti fluida yang membeku menjadi es, kemudian menguap menjadi udara..
saat di udara ia terpecah, tersebar, terbang kemanapun mereka suka.
tatapan mataku.
seperti ribuan helai bunga kapas yang tertarik ke udara, terbang menuju ke setiap belahan bumi.
aku berharap
diantara ribuan fluida yang menguap ke udara
diantara helaian bunga kapas yang tertarik ke udara
ada satu pesan
yang tertinggal
dan menetap
masuk ke pori-pori kulitmu, tenggelam di sekat-sekat otakmu.

tapi...
percuma saja.
dindingmu begitu kokoh.
bahkan, ribuan isyarat yang kukirimkan ke udara tidak mampu kau tangkap signalnya,
bahkan tidak untuk satu helai udara sekali pun.
mereka hanya melewatimu, dan pergi begitu saja.
seolah kamu terbuat dari benda tembus pandang.

bagaimana jika isyarat itu tertangkap oleh yang lain?
haruskah aku mengikutinya?
atau tetap menunggu dinding kokoh itu rubuh?
dan berharap benda tembus pandang itu menangkap isyaratku.......?



posted under , |

0 comments:

Newer Post Older Post Home
Powered by Blogger.

    Get this widget!

Recent Comments