Pemeran Utama

Share :



Di dunia ini..
ada yang namanya pemeran utama, yaitu seseorang yang menjadi pusat perhatian, berdiri di bawah lampu sorot, terang ketika sekelilingnya gelap. menjadi perhatian setiap manusia, karena dia adalah sang pemeran utama yang menjadi kunci cerita dalam sebuah drama, tanpanya cerita menjadi tidak menarik, hampa, kosong, ada sesuatu yang hilang, bergesarnya ia sedikit dari permukaan bumi akan membuat orang-orang kalang kabut mencarinya.
candu.
bahkan orang-orang menjadi candu padanya.

Masih dalam dunia yang sama, namun berbeda tempat, waktu. jalan hidup, atau bahkan berbeda nasib?
oh nasib, apa itu nasib, setiap orang selalu percaya bahwa setiap yang terjadi pada dirinya saat ini adalah nasib yang seolah sudah tidak bisa ia apa-apa-kan lagi, padahal nasib yang kamu yakini itu bisa saja akan berbeda keesokan harinya, who knows? Allah knows what you need not what you want.
terdapat seseorang yang dinamakan sebagai penyangga lampu sorot, stuntman, orang-orang yang berlalu lalang di jalan, mereka ada dan tidak pun tidak banyak orang yang menyadarinya, atau bahkan tidak ada yang peduli? sedih bukan?
kenapa?karena sesungguhnya diri mereka sendiri yang mengizinkan untuk tidak terlihat oleh orang lain. Mereka antipati, memiliki penolakan yang besar pada dunia, tidak jujur pada perasaan mereka, menarik diri pada dunia, hidup hanya mengikuti arus air tidak peduli air akan membawanya kemana (hanya ikan mati yang mengikuti arus air), terkadang memiliki rasa khawatir, tapi lebih cenderung tidak peduli, karena sudah tidak memiliki ketertarikan pada dunia, sehingga dunia pun tidak memiliki ketertarikan pada dirinya.
ada dan tiada, tidak ada yang peduli dengan dirinya, hanya sebagai penghias yang tidak terpakai setelah acara selesai.

Termasuk dalam kategori manakah kita dalam hidup ini?
yang pasti..setiap orang adalah pemeran utama dalam hidupnya masing-masing, terlepas dari miskin-kaya, bagus-jelek, rajin-malas, tinggi-pendek keadaan dirinya....semua manusia lahir ke bumi ini dipersiapkan untuk menjadi pemeran utama.
akan tetapi, tidak semua manusia mau meyakini dan memerankan dirinya sebagai pemeran utama, bahkan untuk jalan cerita mereka sendiri. mereka hanya menjadi seorang tokoh pendukung yang kasat mata, membiarkan orang lain masuk dalam kehidupannya, mengambil alih peran mereka.
lalu, apa yang mereka perbuat?
marah, sedih, kecewa, atau mencoba ingin mengambil kembali perannya?
beberapa diantaranya ada yang seperti itu, beberapa diantaranya hanya diam kemudian menyerah dengan keadaan.

-ditulis ketika ingin keluar dari comfort zone

posted under |

0 comments:

Newer Post Older Post Home
Powered by Blogger.

    Get this widget!

Recent Comments