Salah membaca pertanda
mencoba menerka-nerka bak seorang ahli nujum kenamaan.
setiap tanda kujadikan pertanda, mimpi, perkataan, kerikil, bahkan remah roti, semua tidak terlewat kujadikan sasaran.
aku menyangkut pautkan apa yang aku alami kemarin,dengan hari ini,dan kemudian untuk dua hari yang akan datang, seminggu yang akan datang bahkan sebulan yang akan datang.
seolah ada kata yang selalu bergaung.
aku menghubungkan ini dan itu,semauku,sekehendakku.
terbit dalam pikiranku kini, apakah pertanda itu benar-benar ada?
atau hanya bentuk proyeksi alam bawah sadarku saja? untuk hal ini, kiranya aku tidak dapat menjawab.
ketika semua kejadian yang kupikir pertanda telah kujalin menjadi satu benang merah, barulah kusadar
bahwa pertanda yang selama ini kusembah hanyalah semu.
dia bukanlah pertanda,
aku salah membaca pertanda,
ataukah pertanda itu mencoba memberitahu padaku bahwa sebenarnya tidak ada pertanda?

0 comments:
Post a Comment