Dreaming traveler
katanya kita tidak boleh terlalu lama bermimpi, karena bermimpi itu semu.
setiap orang harus secepatnya terbangun dan kembali pada dunia nyata.
dunia hari ini, dunia sekarang, dunia detik ini yang sedang ia pijak.
bagiku dunia ku adalah mimpi, dan mimpiku awal untuk membangun duniaku.
melalui mimpi, aku bebas untuk membangun setiap detil yang kuinginkan,
toko roti di persimpangan jalan, bangku-bangku di setiap sudut taman, pohon rindang di setiap tepi jalan, rumah-rumah dengan halaman luas, jalanan yang sepi, pantai dengan pasir putih, sungai dengan air yang bening, tumpukan buku yang belum dibaca, buah-buahan di pohon yang merunduk untukku, membuat jalan setapak menuju awan, langit yang dipenuhi warna hijau, kuning, ungu, dunia tanpa sekat hanya untukku.
adakalanya bagiku untuk kembali di kehidupan nyata, yaitu saat aku berjumpa dengan kehirukpikukan dunia.
dimana aku berbagi marah, sedih, kecewa, iba, dan hampa.
hari ini biarkan aku membangun lagi setiap detil yang kuinginkan yang tidak kudapatkan pada dunia nyata,
kalau begitu, bolehkah aku tidur sebentar lagi saja?

0 comments:
Post a Comment